Jangan Salah Kaprah Gejala Serangan Jantung & Henti Jantung – Banyak orang masih menganggap serangan jantung dan henti jantung adalah kondisi yang sama. Padahal, keduanya berbeda baik dari penyebab, gejala, hingga cara penanganannya. Kesalahpahaman ini bisa berakibat fatal karena respons medis yang dibutuhkan juga tidak sama. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan serangan jantung dan henti jantung agar dapat mengambil pgslot88.id tindakan cepat dan tepat.
Pengertian Serangan Jantung
Serangan jantung atau heart attack terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat atau terhenti, biasanya akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner oleh plak kolesterol. Akibatnya, otot jantung kekurangan oksigen dan mulai mengalami kerusakan.
Kondisi ini umumnya terjadi secara bertahap dan bisa dipicu oleh gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, serta stres berlebihan.
Pengertian Henti Jantung
Berbeda dengan serangan jantung, henti jantung atau cardiac arrest terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak secara efektif. Hal ini disebabkan oleh gangguan listrik pada jantung yang membuatnya taging-account.myheritage.co.id tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh.
Henti jantung bersifat sangat mendadak dan bisa menyebabkan penderitanya langsung kehilangan kesadaran. Tanpa pertolongan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Perbedaan Utama Serangan Jantung dan Henti Jantung
Perbedaan paling mendasar terletak pada mekanismenya. Serangan jantung adalah masalah sirkulasi darah, sedangkan henti jantung merupakan masalah kelistrikan jantung. Seseorang yang mengalami serangan jantung masih bisa sadar dan bernapas, sementara penderita henti jantung biasanya langsung kolaps.
Menariknya, serangan jantung dapat memicu henti jantung jika tidak segera ditangani dengan baik.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala serangan jantung biasanya meliputi nyeri dada seperti ditekan atau diremas, nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, sesak napas, mual, keringat dingin, dan pusing.
Sementara itu, gejala henti jantung jauh lebih dramatis, seperti tiba-tiba pingsan, tidak bernapas, dan tidak ada denyut nadi. Kondisi ini sering terjadi tanpa peringatan sebelumnya.
Penanganan yang Tepat
Penanganan serangan jantung memerlukan tindakan medis segera seperti pemberian obat pengencer darah, pemasangan ring jantung, atau tindakan kateterisasi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan otot jantung.
Untuk henti jantung, pertolongan pertama yang sangat penting adalah CPR (resusitasi jantung paru) dan penggunaan AED (alat kejut jantung). Tindakan ini harus dilakukan secepat mungkin sebelum bantuan medis tiba.
Pencegahan untuk Kesehatan Jantung
Pencegahan kedua kondisi ini dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dengan baik. Pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala juga sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Kesimpulan
Serangan jantung dan henti jantung adalah dua kondisi berbeda yang sama-sama berbahaya. Memahami perbedaan gejala dan penanganannya dapat menyelamatkan nyawa. Dengan pengetahuan yang tepat dan gaya hidup sehat, risiko kedua kondisi ini dapat ditekan secara signifikan.