Dua Aplikasi Android Populer Ketahuan Kumpulkan Data Pengguna, Begini Fakta Lengkapnya – Keamanan data pribadi pengguna aplikasi kembali menjadi sorotan setelah dua aplikasi Android populer diketahui mengumpulkan informasi sensitif dari penggunanya. Kasus ini menimbulkan
pertanyaan besar mengenai sejauh mana aplikasi dapat mengakses dan memanfaatkan data pribadi, serta bagaimana peran Google dalam menjaga ekosistem Play Store tetap aman. Artikel ini akan membahas secara lengkap kasus penghapusan aplikasi milik Baidu, alasan di baliknya, jenis data yang dikumpulkan, hingga dampak bagi pengguna dan industri aplikasi Android.
Kronologi Kasus
- Aplikasi yang terlibat: Baidu Maps dan Baidu Search Box.
- Waktu kejadian: Kedua aplikasi dihapus dari Google Play Store pada 28 Oktober 2020.
- Alasan penghapusan: Google menerima laporan dari perusahaan keamanan siber Palo Alto Network yang menemukan adanya kode pengumpulan data di dalam aplikasi.
Jenis Data yang Dikumpulkan
Menurut penelitian Palo Alto bonus new member Network, kode yang ditemukan dalam Baidu Push SDK mengumpulkan data berikut:
- Model perangkat.
- Alamat MAC.
- Informasi operator seluler.
- Nomor IMSI (International Mobile Subscriber Identity).
Data IMSI dianggap paling berisiko karena dapat digunakan untuk melacak identitas pengguna meskipun mereka berganti perangkat.
Dampak bagi Pengguna
- Risiko privasi: Data IMSI dan IMEI bisa digunakan untuk melacak aktivitas pengguna.
- Potensi penyalahgunaan: Informasi yang dikumpulkan dapat dipakai oleh pihak ketiga untuk iklan atau bahkan aktivitas berbahaya.
- Kekhawatiran publik: Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi aplikasi dalam mengelola data pengguna.
Tanggapan Baidu
- Baidu mengakui adanya masalah dan menyatakan sedang melakukan perbaikan.
- Aplikasi Baidu Search Box sudah kembali ke Play Store setelah diperbaiki.
- Aplikasi Baidu Maps masih dalam proses perbaikan sebelum bisa kembali tersedia.
Skala Penggunaan
- Kedua aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 6 juta kali sebelum dihapus dari Play Store.
- Hal ini menunjukkan betapa luasnya dampak kasus ini terhadap pengguna Android di seluruh dunia.
Temuan Lanjutan: ShareSDK
Selain Baidu Push SDK, Palo Alto Network juga menemukan ShareSDK milik MobTech yang digunakan di lebih slot deposit 10rb dari 37.500 aplikasi. SDK ini memungkinkan pengembang mengumpulkan data seperti:
- Resolusi layar.
- ID Android.
- ID iklan.
- IMSI dan IMEI.
SDK ini sering digunakan oleh aplikasi berbahaya untuk mengekstrak dan mentransmisikan data perangkat.
Analisis Keamanan
-
Tidak selalu melanggar kebijakan Google: Mengumpulkan data perangkat tidak otomatis dianggap pelanggaran. Namun, jika data digunakan untuk tujuan yang tidak jelas, hal ini bisa berbahaya.