Efek Samping Tersembunyi 5 Obat yang Bisa Merusak Pendengaran – Pendengaran adalah salah satu indera penting yang sering kita anggap remeh. Ternyata, beberapa obat yang biasa digunakan sehari-hari dapat merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran. Berikut lima obat umum yang berisiko rsbundapalembang.co.id dan efek samping yang perlu Anda waspadai.
1. Antibiotik Aminoglikosida
Aminoglikosida adalah kelompok antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati infeksi serius, seperti infeksi bakteri pada darah atau ginjal. Contoh obat ini adalah amikasin, gentamisin, dan tobramisin.
Efek samping pada pendengaran:
- Dapat merusak sel rambut di koklea, bagian telinga dalam yang bertanggung jawab untuk mendengar.
- Risiko tinggi jika digunakan dalam dosis besar atau jangka panjang.
- Tanda awal kerusakan termasuk dengungan di telinga (tinnitus) dan kesulitan mendengar suara tinggi.
2. Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (NSAID)
NSAID, seperti ibuprofen, naproksen, dan aspirin dosis tinggi, biasa digunakan untuk mengurangi samyang-green.co.id nyeri dan peradangan. Meskipun efektif, obat ini bisa memengaruhi pendengaran.
Efek samping pada pendengaran:
- Penggunaan dosis tinggi atau berkepanjangan dapat menyebabkan tinnitus sementara.
- Beberapa kasus dapat berkembang menjadi penurunan pendengaran permanen jika tidak diwaspadai.
- Risiko lebih tinggi pada pasien dengan gangguan ginjal atau usia lanjut.
3. Diuretik Loop
Diuretik loop, seperti furosemid dan bumetanid, digunakan untuk mengatasi hipertensi atau edema akibat gagal jantung. Obat ini bekerja dengan meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh.
Efek samping pada pendengaran:
- Dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara, terutama saat digunakan secara intravena dalam dosis tinggi.
- Menurunkan kadar elektrolit tubuh yang berperan penting pada fungsi telinga dalam.
4. Obat Kemoterapi
Beberapa obat kemoterapi, seperti cisplatin dan carboplatin, sangat efektif melawan sel kanker tetapi memiliki risiko tinggi terhadap pendengaran.
Efek samping pada pendengaran:
- Dapat merusak sel rambut di telinga dalam, menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.
- Kerusakan lebih sering terjadi pada frekuensi tinggi terlebih dahulu.
- Tinnitus juga sering muncul sebagai gejala awal.
5. Obat Anti-Malaria
Obinata obat anti-malaria tertentu, seperti quinine, sering digunakan untuk mencegah atau mengobati malaria. Walau efektif, penggunaannya perlu hati-hati.
Efek samping pada pendengaran:
- Dapat menyebabkan tinnitus dan gangguan pendengaran sementara.
- Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi meningkatkan risiko kerusakan permanen.
Kesimpulan
- Beberapa obat umum memang memiliki efek samping yang berpotensi merusak pendengaran. Penting untuk selalu:
- Mengikuti dosis yang dianjurkan dokter.
- Menghindari kombinasi obat berisiko tinggi tanpa pengawasan.
- Memeriksa pendengaran secara rutin jika menggunakan obat jangka panjang.
Mengetahui risiko ini dapat membantu Anda melindungi salah satu indera paling berharga: pendengaran. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala seperti dengungan di telinga atau penurunan kemampuan mendengar.
